Ketika Dunia Menjadi Tujuan, Apa yang Tersisa untuk Akhirat?
Harta, jabatan, popularitas, dan berbagai kenikmatan dunia sering kali membuat manusia terlena. Tanpa disadari, banyak orang yang begitu sibuk mengejar dunia hingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Dunia yang seharusnya menjadi sarana, justru berubah menjadi sesuatu yang menguasai hati dan pikiran.
Melalui kajian “Diperbudak Oleh Dunia”, Ustadz Harits Abu Naufal mengajak kita untuk merenungkan hubungan kita dengan dunia. Apakah kita mengendalikan dunia, atau justru dunia yang mengendalikan kita? Kajian ini membahas bagaimana kecintaan yang berlebihan terhadap urusan dunia dapat membuat seseorang lalai dari ibadah, melupakan akhirat, dan kehilangan ketenangan hidup.
Dengan penyampaian yang penuh hikmah dan menyentuh hati, kajian ini menjadi pengingat bahwa dunia hanyalah tempat singgah yang sementara. Islam tidak melarang mencari rezeki, meraih kesuksesan, atau memiliki harta, tetapi semua itu harus ditempatkan pada posisi yang benar: di tangan, bukan di hati.
Jangan biarkan kesibukan dunia menjauhkan kita dari Allah. Jadikan dunia sebagai jalan menuju kebaikan, bukan tujuan akhir kehidupan.
Saksikan kajian “Diperbudak Oleh Dunia” bersama Ustadz Harits Abu Naufal dan ambil pelajaran berharga untuk menata kembali prioritas hidup, memperkuat iman, serta mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang abadi.
